MENJADI MUSLIM YANG MEMBAWA KEDAMAIAN
Muqaddimah
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا
أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا ٱلنَّاسُ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى ٱللَّهِ، فَاتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ
Segala puji hanya bagi Allah ﷻ, Tuhan seluruh alam. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, serta memohon ampunan dari-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa dan buruknya perbuatan kita. Barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tak ada yang mampu menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tak seorang pun dapat membimbingnya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya.
Sholawat serta salam tercurahkan kepada baginda nabi Muhammad ﷺ kepada seluruh keluarga nya kepada sahabat-sahabat nya serta kepada para pengikut nya yang senantiasa mengikuti sunnah nya hingga hari akhir.
Khutbah Pertama
Ma’asyiral muslimīn rahīmakumullāh,
Di tengah dunia yang semakin gaduh oleh konflik, fitnah, dan kebencian, Islam datang membawa pesan kedamaian. Agama ini tidak sekadar mengajarkan ketundukan kepada Allah ﷻ, tetapi juga mengajarkan agar kita menjadi pembawa rahmat bagi semesta alam. Islam tidak hanya sebagai agama yang mengajarkan tentang tauhid sebagaimana islam adalah agama yang sempurna maka seluruh aspek tersentuh oleh agama kita ini. Salah satu yang dibawa oleh agama islam ialah kedamaian. Kedamaian kepada sesama makhluk ciptaan Allah, terlebih lagi kedamaian terhadap sesama umat muslim.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
«ٱلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ ٱلْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ»
"Seorang Muslim sejati adalah yang saudara muslim lain nya selamat dari lisan dan tangannya." (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa seorang Muslim sejati bukan hanya rajin ibadah, tetapi juga menjaga dirinya agar tidak menyakiti orang lain-baik dengan kata-kata maupun perbuatan.
Saudara-saudaraku seiman,
Kedamaian bukanlah sekadar tidak adanya konflik. Kedamaian adalah kondisi ketika hati-hati saling memaafkan, ketika jiwa tidak lagi menyimpan dendam, dan ketika kita menyebarkan kasih, bukan kebencian.
Islam sangat menjunjung tinggi perdamaian. Dalam Al-Qur'an, Allah ﷻ berfirman:
وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ
"Jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah juga kepadanya dan bertawakallah kepada Allah." (QS. Al-Anfal: 61)
Bayangkan wahai kaum muslimin, dalam situasi perang pun Islam masih membuka pintu perdamaian. Maka bagaimana mungkin kita, yang hidup damai di tengah masyarakat, justru menyebarkan provokasi, adu domba, dan kebencian?
Ma’asyiral muslimin,
Menjadi Muslim yang membawa kedamaian bisa kita mulai dari hal-hal yang kecil seperti:
Menahan lisan dari perilaku ghibah dan fitnah
Tidak membalas keburukan saudara nya dengan keburukan lain nya
Memulai salam kepada sesama muslim
Mendoakan kebaikan bagi orang lain, bahkan yang berbeda pandangan
Allah tidak menilai seberapa keras suara kita dalam berdakwah, tetapi seberapa lembut akhlak kita saat menyampaikan kebenaran. Ketahuilah wahai jamaah bahwa keras kepala tidak sama dengan tegas, dan marah-marah tidak sama dengan keberanian.
Oleh karena itu maasyirol muslimin sebagaimana islam telah mengajarkan kedamaian sudah sepatutnya kita sebagai seorang muslim membawa kedamaian di tengah umat ini dengan mengenyampingkan emosi dan rasa-rasa negatif lain nya yang justru akan membawa kehancuran bukan hanya kepada diri kita pribadi akan tetapi membawa kehancuran juga bagi umat islam.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّيْنِ.
Wahai jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita sempurnakan keislaman kita dengan menjadi pribadi yang damai dan mendamaikan. Jangan menjadi penyebab kekacauan di tengah masyarakat, apalagi membawa nama Islam dalam perilaku yang merusak.
Mari kita ingat sabda Nabi ﷺ:
«أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ»
"Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)
Salam adalah simbol kasih sayang. Ucapan yang singkat, tapi memiliki pengaruh besar. Maka tebarkan salam bukan hanya dengan lisan, tapi juga dengan sikap yang menenangkan, wajah yang berseri, dan perilaku yang meneduhkan.
Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai pribadi-pribadi yang cinta damai, penyabar, penyayang, dan penyebar kasih di tengah umat.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ، الَّذِيْنَ إِذَا أَحْسَنُوا اسْتَبْشَرُوا، وَإِذَا أَسَاؤُوا اسْتَغْفَرُوا، وَإِذَا ظُلِمُوا غَفَرُوا. اللّٰهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَىٰ دِيْنِكَ. اللّٰهُمَّ يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ، صَرِّفْ قُلُوْبَنَا إِلَىٰ طَاعَتِكَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْـحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
===
Khutbah Jum'at 21 Agustus 2025
Posting Komentar untuk "MENJADI MUSLIM YANG MEMBAWA KEDAMAIAN"