Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MENGENAL ALLAH MELALUI NAMA DAN SIFAT-NYA

 


KHUTBAH PERTAMA


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَّهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ الْمُقَصِّرَةَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَاتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.


Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ilmu yang paling mulia dalam Islam bukanlah ilmu dunia, bukan pula sekadar ilmu hukum atau muamalah, tetapi ilmu tentang Allah. Karena seluruh amal, ibadah, rasa takut, harapan, dan cinta seorang hamba kepada Allah akan lurus sebanding dengan sejauh mana ia mengenal Rabb-nya.

Allah berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ

“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.”


Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa perintah pertama adalah mengetahui, bukan sekadar mengucapkan. Mengenal Allah adalah pondasi dari seluruh ibadah. Tanpa mengenal Allah, ibadah akan terasa kering, doa terasa hampa, dan ketaatan menjadi berat.

Allah memperkenalkan diri-Nya kepada hamba-hamba-Nya melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang sempurna, yang dikenal dengan Asmaul Husna. Allah berfirman:


وَلِلّٰهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوْهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْ أَسْمَائِهِ

“Dan milik Allah nama-nama yang paling indah, maka berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama tersebut.”


Jamaah rahimakumullah,

Ketika seorang hamba mengenal Allah melalui nama dan sifat-Nya, maka iman akan hidup di dalam hatinya. Bukan iman yang hanya di lisan, tetapi iman yang melahirkan rasa takut, cinta, harap, dan tunduk kepada Allah.


Ketika seorang hamba mengenal Allah sebagai Ar-Rahman dan Ar-Rahim, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka ia tidak akan mudah berputus asa dari rahmat Allah. Sebesar apapun dosanya, ia yakin bahwa pintu taubat masih terbuka selama hayat masih dikandung badan.


Ketika seorang hamba mengenal Allah sebagai Al-‘Alim, Maha Mengetahui segala sesuatu, maka ia akan menjaga lisannya, pandangannya, dan hatinya. Karena ia yakin Allah mengetahui apa yang tampak dan apa yang tersembunyi. Allah ﷻ berfirman:

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ


“Allah mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”


Ketika seorang hamba mengenal Allah sebagai Al-Qadir dan Al-Qawiyy, Maha Kuasa dan Maha Kuat, maka ia tidak akan bergantung kepada makhluk. Ia berserah diri kepada Allah dalam menghadapi kesulitan hidup, karena ia yakin tidak ada satu pun perkara yang sulit bagi Allah.

Allah berfirman:


إِنَّ اللّٰهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”


Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Rasulullah ﷺ menjelaskan keutamaan mengenal Allah melalui nama-nama-Nya dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dan hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim:


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ: إِنَّ لِلّٰهِ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ اسْمًا، مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barang siapa yang mengihsha-nya, maka ia akan masuk surga.”


Yang dimaksud dengan ihsha’ dalam hadits ini, para ulama menjelaskan, bukan sekadar menghafal dengan lisan. Tetapi ihsha’ mencakup tiga perkara besar, yakni:

Pertama, mengetahui dan memahami makna nama-nama Allah sesuai dengan keagungan-Nya.

Kedua, berdoa dan beribadah kepada Allah dengan nama-nama tersebut.

Ketiga, mengamalkan konsekuensi dari nama dan sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari.


Maka orang yang mengenal Allah sebagai Maha Pengampun akan memperbanyak taubat. Orang yang mengenal Allah sebagai Maha Mendengar akan menjaga lisannya. Orang yang mengenal Allah sebagai Maha Melihat akan menjaga pandangannya. Inilah makna ihsha’ yang sesungguhnya.



أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


KHUTBAH KEDUA


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.


Jamaah Jumat rahimakumullah,

Buah dari mengenal Allah adalah takwa, ketundukan, dan akhlak yang mulia. Semakin seseorang mengenal Allah, maka semakin ia rendah hati, semakin takut kepada-Nya, dan semakin baik amalnya.

Allah berfirman:


إِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah orang-orang yang berilmu.”


Ilmu yang dimaksud dalam ayat ini adalah ilmu yang melahirkan khasyah, yaitu rasa takut yang disertai pengagungan kepada Allah. Dan itu lahir dari ma’rifatullah, dari mengenal nama dan sifat Allah.

Maka marilah kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah, memperdalam pengenalan kita kepada-Nya, agar hidup kita dipenuhi keberkahan, ibadah kita menjadi khusyuk, dan akhir hidup kita ditutup dengan husnul khatimah.


اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا كُلَّهَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا، سِرَّهَا وَعَلَانِيَتَهَا، مَا عَلِمْنَا مِنْهَا وَمَا لَمْ نَعْلَمْ.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى، وَصِفَاتِكَ الْعُلْيَا، أَنْ تَغْفِرَ لَنَا، وَتَرْحَمَنَا، وَتَتُوْبَ عَلَيْنَا تَوْبَةً نَصُوْحًا.

اَللّٰهُمَّ عَرِّفْنَا بِكَ حَقَّ الْمَعْرِفَةِ، وَارْزُقْنَا فَهْمَ أَسْمَائِكَ وَصِفَاتِكَ، وَاجْعَلْ ذِكْرَكَ أُنْسًا لِقُلُوْبِنَا، وَنُوْرًا لِصُدُوْرِنَا، وَسَكِيْنَةً فِيْ حَيَاتِنَا.

اَللّٰهُمَّ إِذَا ذَكَرْنَاكَ فَاجْعَلْ ذِكْرَنَا لَكَ خَالِصًا، وَإِذَا دَعَوْنَاكَ فَاجْعَلْ دُعَاءَنَا صَادِقًا، وَإِذَا عَبَدْنَاكَ فَاجْعَلْ عِبَادَتَنَا خُشُوْعًا وَقُرْبًا إِلَيْكَ.

اَللّٰهُمَّ يَا رَحْمٰنُ يَا رَحِيْمُ، ارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ، وَلَا تُعَامِلْنَا بِعَدْلِكَ، فَإِنَّنَا ضُعَفَاءُ، وَأَنْتَ الْقَوِيُّ، وَنَحْنُ فُقَرَاءُ، وَأَنْتَ الْغَنِيُّ.

اَللّٰهُمَّ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ، طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ.

اَللّٰهُمَّ يَا قَدِيْرُ يَا قَوِيُّ، قَوِّ إِيْمَانَنَا، وَثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِيْنَ إِذَا أَحْسَنُوا اسْتَبْشَرُوا، وَإِذَا أَذْنَبُوا اسْتَغْفَرُوا، وَإِذَا ابْتُلُوْا صَبَرُوا، وَإِذَا أُعْطُوْا شَكَرُوا.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا كُلَّهَا، وَاشْرَحْ صُدُوْرَنَا، وَفَرِّجْ هُمُوْمَنَا، وَاقْضِ دُيُوْنَنَا، وَاشْفِ مَرْضَانَا، وَارْحَمْ مَوْتَانَا.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا، وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُوْمِنَا وَغُمُوْمِنَا.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سُوْءِ الْخَاتِمَةِ، اَللّٰهُمَّ لَا تَقْبِضْ أَرْوَاحَنَا إِلَّا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا.

اَللّٰهُمَّ اجْمَعْنَا فِيْ جَنَّاتِكَ، مَعَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُولٰئِكَ رَفِيْقًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَأَقِمِ الصَّلَاة.





=====
Khutbah Jum'at, Januari 2026

Posting Komentar untuk "MENGENAL ALLAH MELALUI NAMA DAN SIFAT-NYA"