Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KEUTAMAAN TAKUT KEPADA ALLAH



Takut kepada Allah merupakan keharusan bagi orang-orang beriman dan sarana untuk meraih ridha-Nya. Dan Allah akan memberikan balasan kepada orang yang takut kepada-Nya. Berikut beberapa keutamaan yang akan didapat ofeh orang yang takut kepada-Nya:

Pertama, disiapkan dua surga. Allah Ta’ala berfirman:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

"Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Rabbnya ada dua surga." (Ar-Rahman: 46)

Kedua, dijanjikan baginya tempat tinggal di surga. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى * فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal (nya)." (An-Nazi'at: 40-41)

Ketiga, mendapatkan naungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya. Abu Hurairah meriwayatkan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

سَبْعَةُ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَدْلٌ وَشَابٌ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِبًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan (orang beriman) yang akan mendapat naungan Allah di bawah naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan keculai naungan-Nya. Yaitu; pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ibadah kepada Rabbnya, lelaki yang hatinya terpaut kepada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah sehingga keduanya bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, lelaki yang diajak berzina oleh seorang Wanita kaya lagi cantik lalu ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah,’ seorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri sehingga kedua matanya basah karena menangis.” (HR. Muslim)

Keempat, diselamatkan dari siksaan api neraka. Ibnu Abbas Radiyallahu ‘Anhuma berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda:

عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيل الله

“Ada dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka; yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang bergadang malam untuk berjaga di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi)

Ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa takut kepada Allah merupakan ibadah hati yang agung tidak muncul kecuali dari hati seorang mukmin yang jujur keimanannya. Karena itulah, ia mendapatkan kedudukan yang tinggi dan karunia yang agung.

Takut yang terpuji ialah takut yang mendorong pemiliknya untuk melakukan amalan ketaatan dan menghalanginya dari melakukan hal-hal yang diharamkan.

Pelajaran yang bisa kita petik dari pemaparan di atas adalah:

  1. Keutamaan takut kepada Allah dan ia merupakan faktor penyebab masuk ke dalam surga.
  2. Takut kepada Allah dapat menjadi penghalang dari segala kemaksiatan.

***

(Dikutip dari Tj. Kitab Durusul Yaumiyah karya Dr. Rasyid Al Abdul Karim Hafidzahullah Ta'ala Hal. 390)

Posting Komentar untuk "KEUTAMAAN TAKUT KEPADA ALLAH"